Peringatan haul pendiri pondok pesantren Attanwir, milad atau hari jadi IKAMI UTM, tahun baru islam, berdo’a bersama menjelang UTS, serta sharing hearing.
Kesibukan
mulai memuncak, ketika ada perhelatan dan syukuran IKAMI UTM (Ikatan Alumni Attanwir Universitas Truunojoyo Madura). Kami para anggota IKAMI UTM
benar-benar menyiapkan dengan matang untuk acara perhelatan dan syukuran ini.
Mulai dari kesiapan runtutan
acara. Hingga apa saja yang dibutuhkan ketika acara berlangsung. Serta tak lupa
menyiapkan tumpeng untuk makan besar dan syukuran nanti.
Perhelatan
dan syukuran ini yang lain dan tak bukan adalah dalam rangka memperingati haul
pend iri pondok pesantren Attanwir, milad atau hari jadi IKAMI UTM, tahun baru
islam, berdo’a bersama menjelang UTS, serta sharinghearing. Perhelatan ini, tepatnya pada tanggal 5
Oktober 2016. Hari Rabo malam. Pukul 19.00 yang bertempat di sebelah selatan
Gedung Pertemuan Universitas Trunojoyo Madura. Dalam perhelatan ini, dihadiri
semua anggota IKAMI UTM mulai dari angkatan 2014 hingga 2016. Antusias mereka
sangat besar dan tak tertandingi untuk menghadiri perhelatan ini. Bagaimana
tidak?? Ketika salah seorang dari anggota IKAMI UTM mempunyai agenda lain,
tetapi ia tetap menyempatkan diri uuntuk turut hadir.
Malam
yang begitu ramai di sekitar Gedung Pertemuan, menambah warna tersendiri dalam
perhelatan ini. Semua anggota IKAMI UTM sudah berkumpul dan semua kebutuhan pun
telah disiapkan. Menata tumpeng memang membutuhkan perjuangan yang hebat.
Hingga membentuk topi kerucut yang sempurna. Semua itu dilakukan agar syukuran
ini memberikan sesuatu yang lebih bermakna.
Pukul
19.15 tepat perhelatan ini dimulai. Acara ini dibuka dan dipimpin langsung oleh
ketua IKAMI UTM dari awal hingga akhir. Tiba saatnya pembacaan surat yaasiin
dan tahlil. Semua yang hadir menundukkan kepala. Memuji, berharab seraya
berdo’a kepada sang Maha Kuasa. Keheningan dan kekhusyu’an terpancar dari
setiap individu yang menghadiri perhelatan ini. Kami mempunyai banyak harapan
untuk IKAMI UTM ke depannya. Pasalnya, IKAMI UTM juga baru berdiri satu tahun
yang lalu. Jadi masih ada seribu
do’a
dan harapan yang kami harapkan untuk IKAMI UTM. Pembacaan do’a oleh ketua IKAMI
UTM menjadi tanda bahwa yaasiin dan tahlil telah usai. Inilah saat yang
ditunggu-tunggu. Makan besar bersama para anggota IKAMI UTM sebagai tanda
syukur telah tiba. Semangat mereka terlihat ketika hendak menyantap tumpeng
yang memang siap
untuk disantap. Semangat itu tumbuh secara natural, mengingat atas perjuangan
para anggota untuk menyiapkan, mengolah dan memasak makanan hingga menciptakan rasa
yang sempurna dan nikmat untuk disantap. Kekompakan, kebersamaan, keceriaan,
canda dan tawa tercipta dalam lingkaran persaudaraan para anggota. Seperti apa
yang diungkapkan M. Alvin Nasikhin selaku ketua IKAMI UTM . Dia mempunyai kesan
dan harapan yang sangat luar biasa. Ungkapnya“Tadi malem itu kebersamaan yang
luar biasa, rasa kekeluargaannya dapet,
tidak dapat dipungkiri juga kita semua adalah santri alumni attanwir
jadi ya wajar tadi malem acaranya yasinan, tahlilan.. karena itu memang cara
kita untuk menggapai tujuan yang kita inginkan bersama, dan saya senengnya
meskipun banyak hambatan tapi
temen-temen ngak pernah ngeluh sedikitpun, meski pada
sibuk nugas, kerkel, ngurusin organisasi, dsb. Tapi temen-tementetepnyempetin
waktunya buat Ikami, seneng rasanya bisa merangkul temen-temensemua, seneng
juga lihat temen-temen tadi
malem bisa kerja sama, kompak, solid, saling akrab, saling menghargai, makan
rame-rame berasa nuansa di pondok (meskipun masakannya pedess banget 😂),
semoga kebersamaan seperti itu tak lekas pudar, dan Ikami ke depannya bisa jauh
lebih baik lagi.. aaamiin🙏”.
Sebelum
acara selesai ada beberapa hal yang perlu dirundingkan untuk IKAMI UTM ke
depannya. Tepat pukul 21.30 acara ditutup dan diaakhiri dengan
do’akafarotulmajlisoleh ketua IKAMI UTM. Alhamdulillah perhelatan dan syukuran ini
berjalan dengan lancar dan sukses dengan harapan semoga mendapat manfaat dan
barokah dari ulama’ yang kami elu-elu kan yang juga sebagai pendiri pondok
pesantren Attanwir yakni KH. Moh. Sholeh.








